Pagi yang Terlalu Tertib: Ketekunan, Repetisi, dan Ujian Kedalaman dalam Komposisi Pagi Karya Yusep Ahmadi F.
Ada penyair yang mengguncang bahasa hingga retak. Ada yang membongkar bentuk demi menemukan kemungkinan baru. Ada pula yang memilih jalan sunyi: merawat pengalaman kecil dengan kesetiaan yang tekun. Komposisi Pagi berada pada jalur terakhir. Ia tidak hadir sebagai ledakan, tetapi sebagai aliran yang tertata. Ia tidak memaksa pembaca berlari, tetapi mengajak duduk, mengamati, dan merenung.


